School Of Youth 2: The Unofficial History of the Gisaeng Break-In
Sutradara: Kim Dae-seong-I
Sinopsis
Selama periode akhir Joseon, hanya Jae-won, Man-ki, Deok-ho dan Chil-deuk yang bodoh yang bersekolah di desa. Sekolah sedang mengalami masa sulit sehingga guru sekolah mengunjungi pacarnya si gisaeng dan menyarankan kepada murid-muridnya agar mereka mendatangkan siswa perempuan. So-hyang dan gadis-gadis lainnya mencerahkan suasana sekolah dan semakin banyak siswa laki-laki yang mendaftar. Yeon-hwa cemburu pada Jae-won dan So-hyang yang saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Dia mengakui cintanya padanya tapi dia tidak memberinya perhatian jadi dia menceritakan rahasia So-hyang kepadanya. Di sisi lain, istri guru terkejut melihat seorang pria bertopeng mengintip ke tubuhnya namun terkejut melihat besarnya lubang pada labu yang dijatuhkannya. Tidak senang dengan keterampilan malam suaminya, dia memanggil siswa laki-laki satu per satu untuk mencari tahu tetapi labu itu bukan milik siapa pun... Milik siapa lubang itu?
Pemeran
Film Terbaru
Film Berkaitan
Segera Tayang
Ulasan Penonton
School Of Youth 2: The Unofficial History of the Gisaeng Break-In punya premis menarik sebagai film komedi, tapi eksekusinya masih bisa lebih baik. Ada beberapa momen yang saya nikmati meski kurang konsisten.
Film ini menghadirkan konsep komedi yang unik. School Of Youth 2: The Unofficial History of the Gisaeng Break-In mungkin bukan yang terbaik di genre-nya, tapi masih ada hal yang bisa diapresiasi.
Masih bisa menikmati School Of Youth 2: The Unofficial History of the Gisaeng Break-In sebagai hiburan ringan. Meski ratingnya biasa, film ini punya momen-momen yang cukup entertaining.
School Of Youth 2: The Unofficial History of the Gisaeng Break-In (2016) tidak buruk untuk ditonton sekali. Ada usaha dalam pengembangan ceritanya meski hasilnya belum maksimal.
Sebagai film komedi, School Of Youth 2: The Unofficial History of the Gisaeng Break-In masih bisa menghibur. Beberapa elemen produksinya lumayan, tapi ceritanya perlu lebih dikembangkan.